Tools Pengembangan Multimedia

Untuk memproduksi multimedia pembelajaran seorang pengembang dapat menggunakan bahasa pemrograman komputer (seperti C/C++, Visual Basic, Java atau Python, dll) secara langsung atau menggunakan suatu perangkat lunak yang memang dirancang untuk membuat multimedia interaktif (seperti ToolBox, Authorware, Flash, Director, dll). Bagi pengembang yang expert menggunakan bahasa pemrograman secara langsung mungkin memberikan keleluasaan akan tetapi untuk pengembangan yang cepat (rapid development) menggunakan bahasa pemrograman secara langsung jelas bukan pilihan yang tepat. Untuk memproduksi suatu multimedia jelas diperlukan library-library tertentu untuk menjalankan audio, animasi, atau video.

Belum lagi pemrogam juga membutuhkan GUI (Graphical User Interface) untuk menampilkan materi dari program. Program multimedia tanpa GUI tentu saja bukan suatu program multimedia ! Menggunakan bahasa C/C++ yang tanpa disertai library khusus dan GUI jelas merupakan pekerjaan yang berat dan lama, dan hanya orang-orang dengan keahlian tingkat tinggi yang mampu melakukannya. Untungnya bahasa-bahasa seperti Visual Basic, Java atau Python telah menyediakan berbagai library yang kaya dan
GUI yang lengkap. Tetapi sekali lagi, hal ini membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman yang lama untuk memrogram suatu aplikasi multimedia.

Cara yang paling mudah adalah menggunakan perangkat lunak yang memang dirancang untuk memproduksi multimedia seperti : Authorware, Flash atau Director. Seorang pemrogram tidak perlu bersusah payah mempelajari syntax bahasa pemrograman yang rumit, tapi cukup menguasai menu-menu dari perangkat lunak tersebut. Di dalam Authorware, misalnya, seorang pemrogram cukup melakukan click and drag dengan mouse untuk memasukkan tampilan-tampilan yang diinginkan di dalam suatu program multimedia. Hal yang sama kurang lebih berlaku untuk Flash dan juga Director. Kelemahan dari program seperti Authorware adalah tidak tersedianya suatu script yang memadai untuk memrogram suatu aplikasi yang rumit seperti simulasi. Kelebihan Flash dan Director adalah tersedianya script yang memungkinkan pemrogram melakukan tugas-tugas pemrograman yang lebih berat. Script di dalam Flash disebut Action Script dan di dalam Director disebut Lingo.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: